Transformasi Bentuk Tiket Kereta Api Indonesia

Transformasi Bentuk Tiket Kereta Api Indonesia

Beragam inovasi telah dilakukan oleh PT. KAI seperti diberlakukannya sistem check in dan boarding pass untuk penumpang kereta api, suasanya stasiun yang lebih nyaman, kondisi gerbong kereta api yang bagus, berikut juga infrastruktur lajur rel kereta api. Nah kali ini yang ingin saya bahas mengenai perubahan bentuk tiket kereta api yang sudah mengalami beberapa perubahan.

Pertama kali saya naik kereta api saat masih kecil, ikut eyang ke banyuwangi. Hanya saat melintasi terowongan Mrawan yang saya ingat dari kenangan masa kecil ini. Kemudian sering naik kereta api saat sekolah di situbondo, tiap mudik ke jember menggunakan kereta api, selain murah juga lebih cepat dari kendaraan umum lainnya.

1. Tiket Edmonson

Tiket Edmonson

Tiket Kereta api ini hanya sebesar ibu jari orang dewasa atau sebesar 3×5 sentimeter, akan di minta sama kondektur saat kereta api sudah dalam perjalanan, nantinya tiket ini akan di plong sebagai tanda sudah di cek. Tiket ini berlaku sejak PT. KAI beroperasional di Indonesia hingga tahun 2008

2. Perubahan pada tahun 2009

Nah, tiket bentuk baru ini pertama kali saya dapatkan saat mudik tahun 2013, bentuknya persegi dengan ukuran 20×7 sentimeter. Berisi keterangan lengkap nama penumpang, jadwal keberangkatan, nama kereta dan tempat duduk. Dan saat masuk area ruang tunggu harus menunjukkan tiket ini berikut ID card dengan nama yg tertera di tiket, jadi calo udah mustahil beroperasi. Tiket ini masih akan di cek ulang di atas kereta api oleh kondektur, dan masih berlaku sistem plong ­čśÇ

3. Perubahan baru pada logo PT. KAI

4.  Penambahan QR Code

Pada tiket ini, ada perubahan desain isi yang sebelumnya ada garis pemisah antar detail tiket, sekarang polosan dan ada penambahan QR code. Sudah tidak ada kondektur yang melakukan checking di atas kereta api, karena proses checking sudah di lakukan di ruang tunggu stasiun.

Baca Juga :  Persiapan Sebelum Melakukan Travelling atau Bepergian

5. Tiket Menggunakan Thermal Paper

Nah, tiket terbaru ini menggunakan thermal paper. Berbentuk persegi, tipis seperti kertas struk atm, warna oranye. Semenjak berlakunya tiket ini, PT. KAI juga memberlakukan sistem boarding pass seperti di bandara. Dan cetak tiket bisa di lakukan sendiri oleh penumpang di mesin cetak mandiri yang tersedia di stasiun. Hanya saja, bila tiket-tiket sebelumnya bisa di cetak jauh hari sebelum jadwal keberangkatan, maka pada tiket ini hanya bisa di cetak 12 jam  sebelum jadwal keberangkatan, mungkin karena menggunakan thermal paper, takut tulisannya keburu ilang kalo lama2 di simpan. kwkwkw

Dari semua desain tiket kereta api tersebut, desain manakah yg anda suka? kalo saya lebih suka tiket yg jadul, penuh kenangan sama teman dan adik, sering naik kereta tanpa tiket dan ga mungkin di cek sama kondektur karena kondisi gerbong penuh sesak. Belom lagi aroma semerbak kamar mandi yang membikin mata kuat melek. Kalo kereta sekarang, walo kelas ekonomi dah harum dan adem. Ga bakalan ada cerita anak sekarang naek kereta api duduk di bagian lokomotif atau atap kereta. kwkwkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *